Langsung ke konten utama

MUSRENBANGKAL KALURAHAN KELOR RUMUSKAN PRIORITAS PEMBANGUNAN BERBASIS ASPIRASI MASYARAKAT

 


TPP KARANGMOJO (31.08.2026) — Pemerintah Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) di Balai Kalurahan Kelor, Senin (31/8/2026). Forum tahunan tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah kalurahan bersama masyarakat untuk merumuskan, menajamkan, dan menyepakati arah kebijakan pembangunan di RKPKal 2027 dan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah (DURKP).

Musrenbangkal dipimpin oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMKal) Kelor dan dihadiri jajaran Kapanewon Karangmojo, Lurah Kelor beserta Pamong Kalurahan, Bamuskal serta berbagai unsur masyarakat, tokoh masyarakat, kader kesehatan, hingga perwakilan kelompok perempuan. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen Kalurahan Kelor dalam membangun proses perencanaan yang partisipatif. Setiap aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan program pembangunan yang dinilai paling relevan dengan kebutuhan warga.

Dalam sambutannya, Suswati Rahayu, A. Md selaku Kepala Jawatan Kemakmuran Karangmojo menegaskan musrenbangkal merupakan sarana untuk mengevaluasi program kegiatan yang telah berjalan dan perencanaan program  tahun berikutnya. 

Dalam forum tersebut, Pemerintah Kalurahan Kelor menegaskan komitmennya untuk mengawal usulan pembangunan yang berasal dari aspirasi masyarakat, khususnya dari tingkat padukuhan. Berdasarkan hasil pembahasan dan kesepakatan bersama, arah pembangunan ke depan akan bertumpu pada tiga prioritas utama.

Pertama, penguatan infrastruktur melalui pemeliharaan fasilitas publik dan peningkatan akses jalan. Infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi antarpadukuhan.

Kedua, penguatan ketahanan pangan dengan mengoptimalkan potensi sektor pertanian serta mengintegrasikannya dengan pengembangan peternakan lokal secara berkelanjutan. Potensi sumber daya yang dimiliki kalurahan diharapkan mampu menjadi fondasi bagi kemandirian dan ketahanan ekonomi masyarakat.

Ketiga, pemberdayaan masyarakat, yang diarahkan pada peningkatan kapasitas kader, penguatan peran dan ekonomi perempuan, serta optimalisasi pelayanan publik yang inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Ketiga prioritas tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan dalam menyelaraskan kebutuhan riil masyarakat di tingkat padukuhan dengan arah kebijakan pembangunan di tingkat Kabupaten Gunungkidul maupun Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Khoirudin, S.A.P. selaku Pendamping Desa Karangmojo dalam pengarahannya menyampaikan bahwa Dana Desa tidak seluruhnya dikelola oleh desa/kalurahan untuk program pembangunan dan pemberdayaan, tetapi ada sebagian yang dikelola oleh Pemerintah Pusat untuk pengimplementasian KDMP. Ia juga menegaskan agar Pemerintah Kalurahan juga menyiapkan program dan kegiatan yang dibiayai oleh Dana Desa tahun mendatang untuk melaksanakan program prioritas nasional (PSN).

Proses pembahasan dalam Musrenbangkal berlangsung secara terbuka dan mengedepankan prinsip musyawarah. Perwakilan dari masing-masing padukuhan dan unsur perwakilan masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan usulan sekaligus menjelaskan tingkat urgensi kebutuhan pembangunan di wilayahnya.

Berbagai usulan kemudian dibahas bersama dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, tingkat kemendesakan, manfaat, serta kemampuan perencanaan pembangunan kalurahan. Melalui proses tersebut, usulan yang dinilai paling strategis selanjutnya disepakati menjadi prioritas pembangunan kalurahan dan bagian dari DURKP.

Musyawarah tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membangun kesepahaman antara pemerintah kalurahan dan masyarakat. Dengan demikian, perencanaan pembangunan tidak berhenti pada pemenuhan tahapan administratif, tetapi benar-benar berangkat dari kebutuhan dan aspirasi warga.

Pelaksanaan Musrenbangkal Kalurahan Kelor menjadi penegasan bahwa pembangunan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah kalurahan, Bamuskal, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, kelompok perempuan, serta berbagai unsur warga menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui forum ini, Kalurahan Kelor tidak sekadar menjalankan tahapan perencanaan pembangunan sesuai ketentuan, tetapi juga memperkuat praktik tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.

Dengan mengedepankan aspirasi masyarakat sebagai pijakan utama, hasil Musrenbangkal diharapkan mampu melahirkan program pembangunan yang tepat sasaran, memberikan manfaat nyata, serta secara bertahap meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalurahan Kelor. (choir)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMERINTAH KALURAHAN KELOR SUKSES SELENGGARAKAN MUSKAL PENYUSUNAN RKPKAL TAHUN ANGGARAN 2027 BERBASIS PARTISIPASI PUBLIK

TPP KARANGMOJO (01.07.2026)   – Pemerintah Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, resmi menggelar Musyawarah Kalurahan (Muskal) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) untuk Tahun Anggaran 2027. Pertemuan strategis yang berskala makro tingkat desa ini diselenggarakan pada hari Rabu, 1 Juli 2026 , bertempat di Aula Balai Kalurahan Kelor . Musyawatrah Kalurahan dipimpin langsung oleh jajaran Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal) Kelor dan dihadiri oleh Lurah Kelor beserta pamong kalurahan, perwakilan Pemerintah Kapanewon Karangmojo, TPP Karangmojo, unsur Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keterwakilan kelompok perempuan dan pemuda. Muskal RKPKal merupakan instrumen wajib yang dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah resmi untuk menjaring aspirasi, mencermati ulang dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan (RPJMKal), serta menyepakati prioritas program pembangunan satu tahun ...

EVALUASI BUMKAL KARYA MANDIRI NGAWIS: STRATEGI PRODUKTIVITAS AYAM PETELUR DAN MODERNISASI LAYANAN AIR BERSIH PAMDUS

TPP KARANGMOJO (03.07.2026) - Pemerintah Kalurahan Ngawis menggelar Pelatihan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMKal) "Karya Mandiri" pada Jumat, 3 Juli 2026, guna mengevaluasi secara mendalam perkembangan unit usaha ketahanan pangan peternakan ayam petelur dan optimalisasi jaringan air bersih PAMDus. Pelatihan   yang berlangsung di “OMAH LAWAS” Wiladeg Jl. Wonosari-Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul ini dihadiri oleh Lurah Ngawis, pengelola dan karyawan BUMKal Karya Mandiri, pengawas BUMKal, Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal), dan TPP Karangmojo. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Lurah Ngawis, Anjar Kurniawan, Amd . dalam sambutan pembukaannya, beliau menekankan bahwa BUMKal Karya Mandiri harus mampu bertransformasi menjadi pilar utama Pendapatan Asli Kalurahan (PAKal) sekaligus mengembangkan potensi kalurahan Ngawis, Karangmojo. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras dari BUMKal selama ini dalam menjalankan program ketahanan p...

MERAJUT GAGASAN, MEMBANGUN MASA DEPAN KALURAHAN BEJIHARJO

  TPP KARANGMOJO (09.07.2026) - Musyawarah Kalurahan (Muskal) dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) Tahun Anggaran 2027 sukses diselenggarakan di Aula Balai Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul pada Kamis, 9 Juli 2026. Forum tahunan yang diinisiasi oleh Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal) bersama Pemerintah Kalurahan ini bertujuan menjaring aspirasi, menetapkan skala prioritas pembangunan, serta membentuk Tim Penyusun RKPKal 2027 2027 yang akan bertugas mengawal, mengolah, dan menyusun dokumen perencanaan pembangunan sepanjang satu tahun ke depan. Langkah strategis ini diambil demi mewujudkan tata kelola wilayah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel. Musyawrah Kalurahan ini diselenggarakan oleh Bamuskal Bejiharjo dan difasilitasi penuh oleh Pemerintah Kalurahan Bejiharjo. Acara dihadiri langsung oleh Lurah Bejiharjo (Sigit Wibowo Nugroho), jajaran Pamong Kalurahan (Carik, Ulu-Ulu, Kamituwa, Jagabaya, Danarta...