EVALUASI BUMKAL KARYA MANDIRI NGAWIS: STRATEGI PRODUKTIVITAS AYAM PETELUR DAN MODERNISASI LAYANAN AIR BERSIH PAMDUS
TPP
KARANGMOJO (03.07.2026) - Pemerintah Kalurahan Ngawis menggelar Pelatihan
Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMKal) "Karya Mandiri" pada
Jumat, 3 Juli 2026, guna mengevaluasi secara mendalam perkembangan unit usaha ketahanan
pangan peternakan ayam petelur dan optimalisasi jaringan air bersih PAMDus.
Pelatihan
yang berlangsung di “OMAH LAWAS” Wiladeg Jl. Wonosari-Karangmojo, Kapanewon Karangmojo,
Kabupaten Gunungkidul ini dihadiri oleh Lurah Ngawis, pengelola dan karyawan BUMKal
Karya Mandiri, pengawas BUMKal, Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal), dan TPP
Karangmojo.
Pelatihan
dibuka secara resmi oleh Lurah Ngawis, Anjar
Kurniawan, Amd. dalam sambutan pembukaannya, beliau menekankan bahwa BUMKal
Karya Mandiri harus mampu bertransformasi menjadi pilar utama Pendapatan Asli Kalurahan
(PAKal) sekaligus mengembangkan potensi kalurahan Ngawis, Karangmojo. Beliau
juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras dari BUMKal selama ini dalam
menjalankan program ketahanan pangan tahun 2025 serta pengembangan PAMDus. Pemerintah
Kalurahan Ngawis berkomitmen penuh mendukung suntikan modal maupun regulasi, dengan
harapan pengelolaannya dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan berbasis
pada penyelesaian masalah riil di masyarakat. Pelatihan ini bukan sekadar
agenda tahunan formalitas, melainkan forum evaluasi kritis dan taktis untuk
memecahkan hambatan operasional lapangan yang terjadi sepanjang semester
pertama tahun 2026.
Direktur
BUMKal Karya Mandiri Ngawis, Ir. Sunu
Gunarto, yang memberikan pengantar evaluasi BUMKal memaparkan bahwa
peternakan ayam petelur yang merupakan perwujudan dari program ketahanan pangan
dan PAMDus yang dikelola BUMKal merupakan usaha dengan modal dari Pemerintah
Kalurahan Ngawis.
Paulus
Fajar Riyanto
(Ulu Ulu) Kalurahan Ngawis yang memandu jalannya evaluasi usaha BUMKal
menyampaikan agenda pelatihan atau pembahasan diantaranya evaluasi dan pengembangan
peternakan ayam petelur, evaluasi dan pengembangan PAMDus dan rencana pengisian
kekosongan pengawas BUMKal.
Bendahara
BUMKal Karya Madiri Ngawis, Wuragil Dedy
Prasetyo Endar Widodo dalam laporan kinerja unit usaha peternakan ayam
petelur yang baru dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir ini, menyampaikan
perhitungan pendapatan dan pengeluaran usaha juga penyampaian teknis budidaya, efisiensi pakan,
tata kelola kesehatan unggas, dan fluktuasi harga pasar. Beliau menyampaikan
bahwa, kapasitas kandang saat ini terisi optimal (1000 ekor diawal, terjadi kematian
20 ekor sampai akhir bulan Juni 2026), tren produksi telur mengalami kenaikan. Tantangan biaya terjadi pada harga
komponen pakan pabrikan menjadi kendala utama yang menggerus margin keuntungan
bersih unit usaha ini, karena masih menanggung hutang pakan.
Sri Nining Wijayanti, SE koordinator kecamatan TPP
Karangmojo dalam pengarahannya menyampaikan bahwa perlu kehati-hatian dalam
menjalanakan usaha peternakan ayam petelur. Pengeluaran operasional tiap
harinya perlu diperhitungkan dengan matang, sehingga tidak terjadi kebocoran
anggaran yang tidak terasa. Ia juga memberikan solusi agar tidak terjadi
kerugian dalam usaha peternakan ayam petelur tersebut, dengan menekan
pengeluaran operasional (efisiensi pengeluaran) diiringi dengan upaya
peningkatan pendapatan (strategi pemasaran dengan menjual telur diatas harga
pasar, disamping juga mencari jaringan distribusi atau pangsa pasar lainnya). Memanagemen
pemberian pakan dengan baik agar tidak terjadi pakan terbuang sia-sia,
disamping juga pencatatan kandang dengan tertib baik catatan keluar masuk
pakan, jumlah dan kondisi telur yang dihasilkan maupun kondisi kesehatan ayam.
Suisman, kepala unit ketahanan pangan BUMKal
Karya Mandiri Ngawis, menyampaikan kedepannya BUMKal akan memulai uji coba
formulasi pakan mandiri (pakan alternatif) dengan harapan mampu memangkas biaya
operasional pakan.
Perwakilan Puskeswan Karangmojo yang juga hadir dalam
pelatihan dan evaluasi ini, menyapaikan bahwa kematian ayam yang hanya 20 ekor
(2%-2,5% dari populasi) masih dianggap normal, tetapi sangat perlu dijaga
kesehatan ayam tersebut. Polusi bau dan adanya lalat merupakan masalah klasik
dalam usaha peternakan ayam petelur. Hal tersebut bisa dikurangi dengan peningkatan
standarisasi kebersihan kandang-biosekuriti
(kotoran hewan agar dalam kondisi kering) serta dengan mengurangi populasi
lalat (dengan menyemprot menggunakan disinfektan atau prebiotik (EM4) atau
dengan bahan kimia (larvatok) secara berkala atau dengan memasang perangkap
lalat serta pengelolaan kotoran hewan atau decomposser
(diolah menjadi kompos atau biogas).
Bendahara BUMKal dalam evaluasi pengembangan air
bersih PAMDes (Pamdus) melaporkan bahwa pelanggan yang menggunakan air PAMDUS saat
ini sebanyak 40 SR, dimana 26 telah sepenuhnya memakai air bersih ini,
sedangkan sisanya baru tecatat sebagai pelanggan yang hanya membayar biaya
beban pemeliharaan. Sebagai
unit pelayanan publik (public service), pengelolaan sarana Pengelolaan Air
Minum Desa (PAMDes/Pamdus) akan menambah pelanggan dengan memperluas jaringan/sambungan
pipa SR dengan modal dari Pemerintah Kalurahan Ngawis.
Sesi
terakhir pelatihan diisi dengan pembahasan rencana pengisian personal badan
pengawas yang beberapa waktu lalu mengundurkan diri. Jumbadi, S. Pd selaku Ketua Bamuskal Kalurahan Ngawis dalam
memberikan pengarahan menyampaikan agar pengisian personal pengawas ini
perpegang pada peraturan perundang-undangan yang berlaku serta tidak terjadi
konflik kepentingan. Forum menyepakati dua personal untuk mengisi pengawas BUMKal
Karya Mandiri Ngawis.
Pelatihan
BUMKal ini diharapkan menjadi fondasi managemen yang kokoh dalam pelaksanaan
rencana aksi perbaikan tata kelola usaha peternakan dan air bersih demi
kesejahteraan seluruh masyarakat Kalurahan Ngawis. (choir)

Komentar
Posting Komentar